Menentukan Hari Pernikahan

Menentukan Hari Pernikahan

Pernikahan adalah moment terpenting dalam hidup yang tidak boleh dilupakan. Untuk itu waktu menikah sebaiknya dicari yang mudah diingat, atau bertepatan dengan hari-hari penting dalam hidup calon pengantin, misalnya hari kelahiran, atau bahkan hari besar nasional.

Beberapa tahun belakangan ini banyak calon pengantin menentukan tanggal pernikahan berdasarkan kombinasi angka yang bagus, mulai dari tanggal, bulan dan tahun, bahkan jam menikah. Misalnya : 20 oktober 2010. bila dikenang akan menjadi 20102010. Pada tanggal 8 agustus 2008 lalu, di kantor KUA Tanah Abang kabarnya tercatat banyak sekali pernikahan yang dilakukan, mulai dari jam 8 pagi bahkan sampai jam 8 malam. Semua ini lebih pada kepercayaan pada angka 8 sebagai angka keberuntungan.

Bagi beberapa kalangan, terutama yang masih kental dengan budaya jawa, hari baik pernikahan ditentukan berdasarkan perhitungan-perhitungan tertentu yang melibatkan nama calon pengantin, hari dan tanggal lahir, dll. Dengan perhitungan ini, ada waktu-waktu tertentu dimana pernikahan sebaiknya tidak dilakukan, misalnya pada bulan Suro. Banyak literature baik cetak maupun elektronik yang mengulas cara perhitungan hari baik ini.

Bila calon pengantin telah menemukan hari baik untuk pernikahannya, tentukan apakah waktu resepsi akan dibarengi dengan prosesi akad nikah / pemberkatan. Ada beberapa alternative :

  1. resepsi dilakukan langsung setelah prosesi akad nikah / pemberkatan
  2. resepsi dilakukan pada hari yang sama dengan prosesi akad nikah / pemberkatan namun dengan perbedaan waktu.
  3. resepsi dilakukan pada hari yang berbeda dengan prosesi akad nikah / pemberkatan.

Resepsi yang dilakukan langsung setelah prosesi akad nikah / pemberkatan bisa menghemat budget dengan cukup signifikan, terutama mengurangi jumlah pesanan makanan dan biaya sewa gedung. Keuntungan lainnya adalah pengantin dan keluarga tidak akan merasa terlalu capai dan bisa segera beristirahat.

Alternative kedua adalah yang paling umum dilakukan. Biasanya jeda waktu antara prosesi akad nikah dan resepsi paling cepat adalah 3 jam. Jeda waktu ini biasa digunakan pengantin untuk berganti pakaian dan beristirahat sejenaik. Nuansa pernikahan pun bisa terlihat berbeda dari nuansa akad nikah. Normalnya, prosesi akad nikah dilakukan pagi hari sekitar pukul 8 atau 9, sementara resepsi bisa dilakukan jam 11, jam 1 siang, atau jam 7 malam.

Resepsi juga dapat dilakukan pada hari yang berbeda. Hal-hal yang biasanya menjadi pertimbangan adalah jadwal tempat, menunggu berkumpulnya anggota keluarga yang tinggal di luar kota, factor kesehatan keluarga pengantin, dll. Beberapa pengantin yang memilih menunda resepsi nya karena jadwal gedung yang diinginkan nya belum available.

Tahap berikutnya yang tidak kalah penting setelah calon pengantin menentukan waktu pernikahan adalah mendaftarkannya ke Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah yang bersangkutan. Sebaiknya calon pengantin tidak menunda pendaftaran ini, karena bila memasuki musim menikah, dalam satu wilayah KUA belum tentu tersedia jumlah penghulu yang cukup untuk menikahkan para calon pengantin. (DLN).

About these ads

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: